Cuplikan Novel ~Niteluzz: Bagian Pertama #Awal Cerita

Cuplikan Novel ~Niteluzz: Bagian Pertama #Awal Cerita

Cuplikan Novel ~Niteluzz
#Bagian Pertama -Awal Cerita

Terbentang indah di kamar bercatkan putih sambil membayangkan bagaimana hidup di dunia yang baru, dunia pesantren. Hari ini adalah hari awal aku akan melangkahkan kakiku ke pondok pesantren Hasan Jufri. Dengan wajah yang sedih, sedih bukan karena akan berpisah tempat tinggal dengan orang tua melainkan ingatan tentang kejadian malam hari yang menimpa sahabatku. Rumahnya hangus terbakar. Sehingga dia tidak bisa mengantarkan keberangkatanku ke pondok karena dia harus membersihkan rumahnya yang hangus hitam menggantikan warna cat temboknya yang cokelat

Aku dikelilingi oleh banyak orang yang menangis. Aku bingung mengapa mereka menangsiku padahal aku tidak akan meninggalkan dunia mereka. Aku hanya akan berpindah tempat. Tapi itulah uniknya tempat kelahiranku, Desa Daun-Bawean. Tempat yang jiwa solidaritas antar tetangga ibarat sebuah keluarga. Tiada rasa pelit terhadap tetangga. Memiliki rasa kepercayaan yang tinggi antar sesama. Itulah Bawean 2011.

Keberangkatanku meski cuman berpindah desa dan itupun bisa ditempuh dalam perjalan 20 menitan, tatapi sikap yang diberikan tetangga terhadapku begitu besar. Mereka banyak menyumbangkan uang mereka agar aku memakainya untuk keperluanku di pondok. Dengan rasa yang sangat gembira aku kumpulkan uang itu ada yang bernominal 10.000, 20.000, 50.000 bahkan ada yang memberiku 100.000 ribu. Padahal pada saat itu nominal rupiah masih terjangkau mahal.

Gerbang pesantren mulai ku lihat dengan rasa deg-degkan. Pdahal itu bukan awal pertama kali aku memasuki pesantren itu. Sesaat aku terbengong dan ditepuk pundakku oleh ayahku. 'Mari temui kyaimu' ajak ayahku. Kami sowan ke rumah kiyai. Dan ternyata di dalam rumah kiyai sudah ada 4 santri baru lainnya ada Baladi, Anwar, Faiz dan Angga.
Nama kiyainya adalah KH. Bajuri Yusuf Liss, beliau seorang tokoh Bawean, yang karismatik dan memiliki banyak sahabat, banyak santri beliau yanh sukses dan menjadi tokoh-tokoh di tempat masing-masing..

Lanjut ya....... kemudian kiyai menasehati kita berempat, "kalau mencari ilmu jangan seperti katak tapi seperti siput, maksudnya kalian fokuskan di satu tempat mencari ilmu jangan pindah-pindah karena hal tersebut akan membuat kalian sulit memahami ilmu" insyaAllah kurang lebih seperti itu yang saya dengar. Akhirnya kiai memberikan sebuah pegangan amal-amalan kepada kita berempat agar mempermudah menghafalkan.

Akhirnya kita berempat dipersilahkan untuk melihat-lihat pondok yang ada di belakang rumah kiai. Aku memilih kamar M, kamarnya orang Daun kata santri-santri sana. Di kamar itu aku memulai masa-masa belajarku di pesantren Hasan Jufri Bawen..
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang Blogger Pemula, berburu informasi dan berbagi wawasan yang bermanfaat adalah jalan ninjaku