4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia - Masezzul.com

4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia

4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia

Ada begitu banyak obyek wisata yang ada di Indonesia, tapi banyak juga yang masih asing di telinga kita. Tapi, bukan berarti tempat tersebut tidak layak untuk dikunjungi. Bisa dibilang, obyek tersebut merupakan hidden paradise tanah air kita. pegipegi pengin jabarin ke-12 tempat wisata tersebut yang jarang diketahui, tapi masih dapat dijadikan sebagai referensi untuk traveling kalian selanjutnya nih, travelers!

1. DANAU KACO: BERCAHAYA TERANG DIBALIK MALAM BULAN PURNAMA

4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia

Kata “kaco” artinya kaca. Karena, air Danau Kaco memiliki warna biru bening yang dapat memantulkan cahaya bagaikan kaca, sehingga masyarakat setempat  banyak yang menyebutnya dengan sebutan Danau Kaca. Tapi, pemandangannya terlihat kontras dengan pemandangan di sekelilingnya, yang serba hijau dan coklat. Danau kaca ini juga dipadati oleh ribuan ikan semah Kerinci yang berenang bebas.
Belum ada yang tahu soal kedalamannya, namun kata orang sih sangat dalam. Padahal danaunya tidak terlalu luas, yaitu hanya seeukuran  30×30 meter aja. Danao Kaco ini juga nampak bercahaya di saat suasana gelap, terutama disaat bulan purnama muncul. Belum ada seseorang yang dapat meneliti kenapa danau itu bercahaya ketika gelap.

Buat kalian yang ingin berkunjung ke sana, kalian butuh tekad yang kuat, nih. Karena, untuk menuju kesana belum ada jalan yang mulus. Jika kalian  berangkat dari kota Jambi, kalian harus menempuh perjalanan selama 10 jam. Buat kalian yang ingin berwisata ke Danau Kaco tersebut, kalian bisa menuju ke Jambi dulu dengan menggunakan pesawat terbang.

2. TELUK KILUAN YANG BERKILAU

4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia

Sebenarnya, Teluk Kiluan ini bukanlah tempat wisata yang baru didengar bagi pecinta traveling. Bahkan, bisa saja tempat ini sudah jadi lirikan bagi para petualang untuk dikunjungi. Keindahan alam teluk Kilauan belum terjamah oleg tangan industri, lokasinya terpencil dan juga sepi, suasana disana tentu masih asli dan adem. Itulah mengapa Teluk Kiluan menjadi lokasi pilihan bagi para pemancing. Bahkan di tempat ini setiap tahunnya selalu diadakan lomba memancing yang diikuti para jagoan memancing dalam negeri.

Keindahan pantainya dihiasi dengan pasir putih, lautnya yang masih jernih dan disana hebatnya terdapat lumba-lumba, dan juga ombak yang cukup kencang. Ada dua jenis lumba-lumba yang bisa ditemui di Teluk Kiluan, yaitu lumba-lumba paruh panjang dan lumba-lumba hidung boto. Si hidung botol (Tursiops truncatus) cenderung lebih pemalu dan memiliki badan besar yang besar.

Sedangkan lumba-lumba Si paruh panjang (Stenella longirostris) memiliki badan yang lebih kecil, namun hobi melompat. Jumlah lumba-lumba yang terdapat disana mencapai ratusan ekor. Wajar saja jika ada yang bilang bahwa lumba-lumba di Teluk Kiluan adalah lumba-lumba terbanyak di dunia. Kalian dapat melihat lumba-lumba dari dekat dengan menyewa perahu katir. Jika beruntung, kalian juga dapat melihat ada beberapa penyu hijau yang ada disana. Sebab hewan ini jarang naik ke permukaan laut.

Untuk menuju sampai ke Teluk Kilauan yang berada di pesisir Lampung, tepatnya berada di Desa Kiluan Negeri, Kelumbayan, Tenggamus, Lampung Selatan, kalian masih harus menghabiskan waktu selama 12 jam perjalanan dari Jakarta, atau 3-4 jam jika berkendara dari kota Lampung. Untuk memudahkan perjalaan kalian, lebih baik berangkat ke Pulau Kiluan dari Lampung saja.

3. AIR TERJUN TELUN YANG BERASAP: KABUT AIR DAN KEMILAU WARNA-WARNI

Kenapa air terjun yang satu ini dinamai dengan “Telun Berasap”? Telun Berasap ternyata ditujukan penduduk setempat pada kabut air yang menguap di sekitaran air terjun. Kabut ini sendiri terbentuk dari proses jatuhnya air dari ketinggian 50 meter. Keistimewaan dari Air Terjun Telun Berasap kian nampak disaat bulir-bulir air yang beterbangan dan terkena oleh sinar matahari. Di antara kabut yang lembap, kalian akan melihat pertunjukan kemilau indahnya warna-warni pelangi tanpa harus menunggu hujan turun.

Air Terjun Telun Berasap dapat kalian temukan di desa bernama sama, yakni Desa Telun Berasap. Desa ini termasuk wilayah kabupaten Kerinci. Lokasi air terjun berasap ini cukup menantang, karena berada di antara lebatnya pepohonan Taman Nasional Kerinci Seblat. Meski demikian, jalan menuju Air Terjun Telun Berasap nampu menyejukkan mata kamu.

Untuk menikmati nyamannya pemandangan Air Terjun Telun Berasap dengan lebih maksimal, kalian bisa melakukannya dari ketinggian. Kalian bisa naik ke atas air terjun sambil berdiri di salah satu bebatuan di sana. Jangan khawatir akan tenggelam di sana. Pasalnya, dasar airnya tidaklah dalam, kalian hanya harus waspada dengan banyaknya bebatuan.

Untuk sampai ke Air Terjun Telun Berasap, kalian harus menghabiskan waktu selama 10 jam perjalananan dari Jambi. Buat kalian yang ingin berwisata di Air Terjun Telun Berasap, kalian bisa transit dulu ke Jambi dulu dengan menggunakan pesawat terbang.

4. DESA CANDIREJO: MENIKMATI KEINDAHAN EKSOTISNYA KAMPUNG JAWA


Konon, Desa Candirejo berasal dari kata Candighra. Lama kelamaan, namanya berubah dikarenakan orang-orang terbiasa menyebutnya Candirga, sehingga menjadi kata Candirja, dan pada akhirnya Candirejo. Dari segi arti, candi itu berarti batu dan rejo artinya adalah subur. Dengan demikian, Candirejo adalah desa yang terdapat banyak bebatuannya, tapi masih subur.

Lokasi Candirejo dekat dengan Candi Borobudur, sekitar 2.5 hingga 3 km. Desa Candirejo berbatasan dengan Desa Pulutan, Kesongo, Rawa Pening, Jombor, dan masih banyak desa lain disekitarnya. Alamnya masih  eksotis, indah, dan juga masih belum banyak bangunan-bangunan seperti di kota. Warganya ramah-ramah dan masih tradisi asli serta lingkungannya masih terjaga disana. Desa ini juga bisa dikatakan sebagai “simbol Jawa.” Artinya, kalian bisa mempelajari sejarah Jawa di sini.

Soal makanan, Candirejo memiliki makanan serba tradisional. Contohnya, pecel dan gudeg. Jika kalian sudah pulang dari Candirejo, jangan lupa sempatkan pula untuk membeli kenang-kenangan dari sana berupa kerajinan kerajinan desa, seperti tas, tikar maupun hiasan dinding, tatakan gelas, lukisan, dan masih banyak lagi.

0 Response to "4 Wisata Yang Masih Asing Didengar Yang ada di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel