9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya - Masezzul.com

9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya

9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya

9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya

Menikah merupakan sebuah perbuatan yang dianjurkan oleh Agama bahkan oleh kemanusiaan. Penikahan merupakan sebuah awal berdirinya sebuah hubungan kekeluargaan. Dengan banyak sebab yang bisa membuat kita harus melangsungkan pernikahan.

Apakah setiap manusia yang ada di dunia ini harus menikah?

Menurut beberapa hadits seperti itulah. Di dalam agama Islam terdapa beberapa dalil Qur’an maupun Hadits yang menyerukan ummatnya untuk menikah. Karena pernikahan adalah sebuah awal perjalanan dalam berkeluarga yang baik.

Seperti beriku beberapa alasan mengapa kita harus menikah?, semoga ulasan masezzul.com berikut bisa memotivasi sahabat-sahabat muslim untuk tidak ragu dan menjadi alasan kuat untuk menikah.

1. Melengkapi agamanya bagi suami dan istri

Dengan menikah, menurut agama, akan membuat agama seorang muslim bisa lebih sempurna. Dikatakan dalam hadits sebagai berikut
"Barang siapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi. (HR. Thabrani dan Hakim).
Nah dengan demikian bisa membuat agama seorang muslim bisa lebih sempurna. Ibadah yang dilakukan oleh seseorang yang sudah menikah jauh lebih besar hitungannya dibanding oleh orang yang JOMBLO, eh maksudnya yang single

2. Menjadi Jalan bagi Muslim untuk Menjaga kehormatan diri
9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya

 Salah satu penyebab seseorang muslim masuk neraka diakibatkan karena tidak bisa menjaga kehormatan dirinya, lebih-lebih dalam masalah yang berhubungan dengan nafsu. Dengan masuknya seseorang terhadap sebuah pernikah, seseorang akan merasa lebih terjaga dalam membentengi farji (mereka)
Sesuai dengan hadits berikut:

"Wahai para pemuda! Barangsiapa di antara kalian berkemampuan untuk nikah, maka nikahlah, karena nikah itu lebih mudah menundukkan pandangan dan lebih membentengi farji (kemaluan). Dan barang siapa yang tidak mampu, maka hendaklah ia puasa, karena puasa itu dapat membentengi dirinya. (HSR. Ahmad, Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasaiy, Darimi, Ibnu Jarud dan Baihaqi).

3. Senda guraunya pasangan suami-istri mengandung pahala bukan perbuatan sia-sia

Pernikah menjadi sebuah aset yang luar biasa dalam ladang meraih pahala
"Segala sesuatu yang di dalamnya tidak mengandung dzikrullah merupakan perbuatan sia-sia, senda gurau, dan permainan, kecuali empat (perkara), yaitu senda gurau suami dengan istrinya, melatih kuda, berlatih memanah, dan mengajarkan renang." (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 245; Silsilah Al Ahadits Ash Shahihah no. 309).
Hidup dalam berkeluarga merupakan sebuah ladang yang besar untuk meraih pahala...

4. Berhubungan intim dengan istrinya termasuk sedekah

Pernah ada beberapa sahabat Nabi SAW yang bertanya kepada beliau, "Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong pahala. Mereka bisa shalat sebagaimana kami shalat; mereka bisa berpuasa sebagaimana kami berpuasa; bahkan mereka bisa bersedekah dengan kelebihan harta mereka." Beliau bersabda, "Bukankah Allah telah memberikan kepada kalian sesuatu yang bisa kalian sedekahkan? Pada tiap-tiap ucapan tasbih terdapat sedekah; (pada tiap-tiap ucapan takbir terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahlil terdapat sedekah; pada tiap-tiap ucapan tahmid terdapat sedekah); memerintahkan perbuatan baik adalah sedekah; mencegah perbuatan munkar adalah sedekah; dan kalian bersetubuh dengan istri pun sedekah."

Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, kok bisa salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya akan mendapatkan pahala?" Beliau menjawab, "Bagaimana menurut kalian bila nafsu syahwatnya itu dia salurkan pada tempat yang haram, apakah dia akan mendapatkan dosa dengan sebab perbuatannya itu?" (Mereka menjawab, "Ya, tentu." Beliau bersabda,) "Demikian pula bila dia salurkan syahwatnya itu pada tempat yang halal, dia pun akan mendapatkan pahala." (Beliau
kemudian menyebutkan beberapa hal lagi yang beliau padankan masing-masingnya
dengan sebuah sedekah, lalu beliau bersabda, "Semua itu bisa digantikan cukup dengan shalat dua raka'at Dhuha.") (Buku Adab Az Zifaf Al Albani hal 125).

5. Adanya seseorang yang akan saling nasehat-menasehati

6. Bisa mendakwahi atau memberi arahan orang yang dicintai
7. Mengandung pahala memberi contoh yang baik

"Siapa saja yang pertama memberi contoh perilaku yang baik dalam Islam, maka ia mendapatkan pahala kebaikannya dan mendapatkan pahala orang-orang yang meniru perbuatannya itu tanpa dikurangi sedikit pun. Dan barang siapa yang pertama memberi contoh perilaku jelek dalam Islam, maka ia mendapatkan dosa kejahatan itu dan mendapatkan dosa orang yang meniru perbuatannya tanpa dikurangi sedikit pun." (HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Orang yang pertama kali melakukan kebaikan atau kejahatan.)
Bagaimana menurut Kita apabila ada seorang kepala keluarga yang memberikan contoh yang baik terhadap anak dan isterinya. Dan mereka meniru perbuatan yang kita lakukan maka hal itu akan mendatangkan pahala yang besar

8. Seorang suami yang mencari Rezeki untuk keluarga. Hal itu merupakan pahala

Dan Yakinlah Sedekah itu akan dibalas dengan kebaikan oleh Allah
Dari Abu Hurairah r.a., ia berkata: Rasulullah SAW, bersabda: "Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada orang miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya yaitu satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu." (HR Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).
Dari Abu Abdullah (Abu Abdurrahman) Tsauban bin Bujdud., ia berkata: Rasulullah SAW. bersabda: "Dinar yang paling utama adalah dinar yang dinafkahkan seseorang kepada keluarganya, dinar yang dinafkahkan untuk kendaraan di jalan Allah, dan dinar yang dinafkahkan untuk membantu teman seperjuangan di jalan Allah."(HR. Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Seorang suami lebih diutamakan untuk memberikan nafkahnya kepada isteri dan anaknya dibanding orang lain. Karena hal itu merupakan kewajiban suami dan hal demikian akan menambah kecintaan isteri kepada suami

Muawiyah bin Haidah RA., pernah bertanya kepada Rasulullah SAW: 'Wahai Rasulullah, apa hak istri terhadap salah seorang di antara kami?" Beliau menjawab dengan bersabda, "Berilah makan bila kamu makan dan berilah pakaian bila kamu berpakaian. Janganlah kamu menjelekkan wajahnya, janganlah kamu memukulnya, dan janganlah kamu memisahkannya kecuali di dalam rumah. Bagaimana kamu akan berbuat begitu terhadapnya, sementara sebagian dari kamu telah bergaul dengan mereka, kecuali kalau hal itu telah dihalalkan terhadap mereka." (Adab Az Zifaf Syaikh Albani hal 249).
Dari Abdullah bin Amr bin 'Ash ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda:
"Seseorang cukup dianggap berdosa apabila ia menyianyiaka orang yang harus diberi belanja." (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dari Sa'ad bin Abi Waqqash RA., dalam hadits yang panjang yang kami tulis pada bab niat, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Sesungguhnya apa saja yang kamu nafkahkan dengan maksud kamu mencari keridhaan Allah, niscaya kamu akan diberi pahala sampai apa saja yang kamu sediakan untuk istrimu."
(HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

Dan akan diganti oleh Allah, ini adalah janji Allah.

"Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya."
(Saba': 39).

Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya." Dan yang lain berdoa: "Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir." (HR. Bukhari dan Muslim, Buku Riyadush Shalihin Bab Memberi nafkah terhadap keluarga).

9. Seorang laki-laki yang menikahi janda yang memiliki anak, berarti dia ikut memelihara anak yatim

9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya
Janji Allah berupa pertolongan-Nya bagi mereka yang menikah.
1. Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian diantara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (Pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. An-Nur: 32)
2. Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya.(HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160)

Wallahu`Alam

Baca Juga: Gengsi Merusak Masa Depanmu. 10 Kesalahan Hidup

0 Response to "9 Alasan Kita Harus Menikah, Berikut Ulasannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel