Sejarah Nabi SAW: Isra’ Mi’raj dan Tantangan Masyarakat Mekah - Masezzul.com

Sejarah Nabi SAW: Isra’ Mi’raj dan Tantangan Masyarakat Mekah

Sejarah Nabi SAW: Isra’ Mi’raj dan Tantangan Masyarakat Mekah

Sejarah Nabi SAW: Isra’ Mi’raj dan Tantangan Masyarakat Mekah

A. Peristiwa Isra’ Mi’raj

Sejarah mencatat peristiwa Isra’ Mi’raj nabi Muhammad SAW terjadi pada tanggal 27 Rajab tahun ke-11 dari kenabian dan  ketika itu nabi Muhammad SAW berusia 52 tahun. Peristiwa Isra’ Mi’raj diabadikan dalam Al Qur’an, Surat al Isra’ ayat 1.

Sebagai llatar belakang terjadinya peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dalam menjalankan tugas dakwah, mensosialisasikan ajaran Islam, di masyarakat Mekah, semakin berta dan semakin banyak menghadapi tantangan, karena itu perjalanan Isra’ Mi’raj itu untuk memperkuat keyakinan Nabi Muhammad SAW dan membuktikan kebenaran agama Islam.
Akibat dari kematian dua orang tokoh yang selalu membela Nabi Muhammad SAW dan sulitnya komunikasi antara umat Islam, karena tekanan yang bertubi-tubi dari kaum kafir Quraisy, dikhawatirkan dapat melemahkan semangat nabi Muhammad SAW beserta kaumnya, maka Allah SWT dan menjadi obat penyejuk hati Nabi Muhammad SAW.

Perjalanan Isra’ Mi’raj dimulai dari masjidil Haram di Mekkah menuju Masjidil Aqsha di Palestina, kemudian diteruskan naik ke langit sampai Shidratul Muntaha  dan ke Arsy, disini nabi Muhammad SAW menghadap kepada Allah SWT untuk menerima perintah shalat lima waktu.
Perjalanan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW ditemani oleh malaikat Jibril dan malaikat Mikail dengan kendaraan yang disebut “Buroq”

B. Perjalanan Isra’ Mi’raj

Sebelum melakukan perjalanan, malaikat Jibril terlebih dahulu membela dada nabi Muhammad SAW kemudian mengambil dan mencuci hatinya dengan air zam-zam sampai bersih guna menghilangkan sifat-sifat kotor dan tercela, kemudia diletakkan pada sebuah bejana emas yang penuh hikmah dan keimanan yang dituangkan kembali ke dada Nabi Muhammad lalu ditiup kembali seperti sedia kala.

Selalnjutnya disiapkan oleh malaikat Jibril dan malaikat Mikai sebuah kendaraan berupa binatang, bentuknya seperti kuda, lebih kecil dari bighol dan lebih besar dari khimar, mempunyai sayap kanan dan kiri, warnanya putih mengkilat, itulah yang disebut BUROQ.

Dalam perjalanan Isra’ yang dimulai dari masjisil Haram ke Masjidil Aqsha pada malam hari, diceritakan singgah di beberapa tempat yaitu:
1. Di kota Yatsrib, sekarang dikenal kota Madinatul Munawarah, disini Nabi Muhammad SAW shalat dua rakaat.
2. Kota Madyan, tempat persembunyian Nabi Musa AS dari kejaran tentara Fir’aun, disini nabi Muhammad Shalat dua rakaat
3. Bukit Thursina, tempat nabi Musa AS menerima wahyu, disni Nabi Muhammad shalat dua rakaat
4. Kota Baitul Lahmin (Betlehem), tempat kelahiran Nabi Isa AS, disni Nabi Muhammad SAW shalat dua rakaat.

Sampailah Nabi Muhammad SAW bersama malaikat Jibril dan malaikaat Mikail di Masjidil Aqsha, kemudian istirahat dan shalat dua rakaat. Setelah itu malaikat Jibril memberikan minuman dua gelas kepada Nabi Muhammad SAW, gelas satu berisi sus dan gelas lain berisi arak. Nabi Muhammad SAW mengambil gelas berisi susu dan meminumnya, hal tersebut menandakan bahwa Nabi Muhammad SAW akan selamat beserta umatnya dan mendapat pertolongan dari Allah SWT.

C. Perjalanan Mi’raj

Setelah menyelesaikan perjalanan Isra’ Nabi Muhammad SAW diajak malaikat Jibril dan malaikat Mikail meneruskan perjalanan Mi’raj yaitu dari Masjidil Aqsha, terus naik ke langittujuh menembus sidratul Muntaha sampai di Ars, disini Nabi Muhammad SAW menghadap Allah SWT.

Dalam perjalanan Mikraj ini Nabi Muhammad SAW bertemu dengan para nabi, antara lain


  • Dilangit pertama nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Adam AS
  • Dilangit kedua, nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Isa AS
  • Dilangit ketiga, nabi Muhammad SAW bertemu nabi Yusuf AS
  • Dilangit keempat, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Idris
  • Dilangit kelima, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi harun
  • Dilangit keenam, nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Musa
  • Dilangit ketujuh, nabi Muhammad bertemu dengan nabi Ibrahim

Ketika nabi Muhammad SAW menghadap kepada Allah SWT beliau diberi wahyu, berisi perintah shalat lima waktu. Perintah ini sampai sekarang wajib dilaksanakan oleh setiap muslim.
Perjalanan isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW dilakukan pada  mala hari, sepertiga malam atau kurang dari satu malam. Dalam perjalanan ini, nabi Muhammad SAW diperlihatkan tamsil-tamsil atau ibarat kehidupan manusia di dunia. Antara lain;

1. Ada orang menuai buah yang tak pernah habis, dipetik buahnya, tumbuh lagi, begitu seterusnya. Ini adalah gambaran orang-orang yang beramal jariah tak pernah habis pahalanya.
2. Ada orang yang memukul kepalanya sendiri dengan batu tidak berhenti-henti, dipukul lagi, begitu seterusnya. Ini gambaran orang yang menyesali dirinya tidak mengerjakan shalat
3. Ada orang yang makan daging busuk padahal di depannya ada daging yang segar dan lezat, hal ini dilakukan terus menerus. Ini adalah gambarang orang yang suka berzina padahal orang itu mempunyai istri atau suami yang sah.
4. Ada orang yang menggunting-gunting lidahnya sendiri, tanpa berhenti, ini adalah gambaran orang yang suka bicara atau hanya dapat bicara tetapi tidak dapat mengerjakan sendiri.
5. Ada sekelompok orang yang mulutnya moncong seperti unta, mereka memasukkan gumpalan api yang membara kedalam mulutnya, tak lama kemudian gumpalan api itu keluar dari duburnya. Mereka adalah orang-orang yang makan harta anak yatim secara dholim.
6. Ada sebuah kuburang cemerlang dan baunya harum semerbak wangi, itu adalah uburan ibu Mashita dan anaknya yang mati membela agama Allah beliau mati mempertahankan imannya dengan cara digoreng dengan minyak mendidih

D. Tantangan masyarakat mekah

Beristiwa peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW menggemparkan masyarakat Mekah, banyak orang yang tidak percaya terutama orang-orang kafir Quraisy, mereka menuding Nabi Muhammad SAW sebagai pembohong besar, bahkan dikatakan orang yang sudah tidak waras lagi. Peristiwa Isra’ Mi;raj Nabi Muhammad SAW selanjutnya oleh orang-orang kafir sengaja dibesar-besarkan sebagai bahan pengunjingan untuk menyudutkan nabi Muhammad SAW walaupun sudah diterangkan dengan sebenarnya, tetapi mereka tetap tidak percaya. Hanya Abu Bakarlah yang berani tampil untuk memberi kesaksian dan kebenaran atas peristiwa Iswa’ Mi’raj itu, sehingga dengan keberanian Abu Bakar, Nabi Muhammad SAW memberikan gelar Ash Shiddiq artinya orang yang selalu membenarkan kebenaran.

Dengan adanya peristiwa Isra’ Mi’raj sikap penduduk Mekah terbagi menjadi 3 kelompok:

1. Golongan yang percaya sepenuhnya tentang adanya peristiwa Isra’ Mi’raj dan itu merupakan Mu’jizat dari Allah SWT. Golongan ini dipelopori oleh sahabat Abu Bakar Ash Shiddiq.
2. Golongan yang murtad. Mereka menganggap bahwa nabi Muhammad SAW pembohong besar dan mereka menyatakan keluar dari agama Islam.
3. Golongan yang tidak percaya. Mereka menolak mentah-mentah bahkan mereka menganggap bahwa nabi Muhammad SAW tidak waras alias gila.

Semoga Kisah Peristiwa Perjalanan Isra' Mi'raj ini bisa menambah kerinduan dan kecintaan kita terhadap nabi Muhammad SAW dan bisa menambah keimanan kita

Jika anda memang suka terhadap bacaan tentang sejarah Nabi SAW anda bisa membacanya dengan menklik daftar bacaan dibawah

Daftar Bacaan Kisah Nabi Muhammad SAW


0 Response to "Sejarah Nabi SAW: Isra’ Mi’raj dan Tantangan Masyarakat Mekah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel