Gengsimu Bukan Milikku. Ku Berduka Cita  Atasmu

Gengsimu Bukan Milikku. Ku Berduka Cita Atasmu

Sebenarnya gak masalah bagi saya terhadap gengsi yang mereka miliki karena itu hak mereka. Namun saya kasihan karena dengan gengsinya mereka pasti ada orang lain yang terbebani.

Gengsimu Bukan Milikku. Ku Berduka Cita  Atasmu


Mengapa setiap orang tidak memiliki kemajuan dalam hidupnya. Mereka terus berputar dalam poros bahagia menurutnya. Dia beranggapan bahwa kesenangan sudah di dapatnya. Namun sejatinya dia bukan siapa-siapa.

Kehidupan memang sukar dipahami. Memiliki makna dengan seribu penafsiran. Anda akan temukan banyak orang yang hanya memikirkan derajat yang menurutnya saja tinggi. Namun bagi orang ya biasa-biasa saja.

Mari kita berbicara soal pekerjaan. Berjuta orang menganggur di dunia ini. Tidak tahu arah apa yang harus ia kerjakan. Mereka bingung, hampa dalam hidupnya. Hanya menghayal yang mereka anggap bisa.

Saya juga pernah merasakan ada di dunia pengangguran sebelum saya bertemu dengan orang yang sangat baik.  Beliau adalah inspirasi saya. Saat ini saya menjadi bawahannya menjadi karyawannya namun dia tidak hanya mempekerjakan saya namun dia mendidik saya.

Apa yang membuat saya tersadar dalam kehidupan ini. Yaitu bahwa alasan sebuah pengangguran karena gengsi. Dalam dunia kerja disaat anda sudah dipenuhi rasa gengsi pekerjaan apapun saja dianggapnya tidak ada nilainya.

Namun itu hanya yang ada dalam fikiran mereka. Sebenarnya gak masalah bagi saya terhadap gengsi yang mereka miliki karena itu hak mereka. Namun saya kasihan karena dengan gengsinya mereka pasti ada orang lain yang terbebani.

Apakah saya materialistik? Bisa dikatakan ya namun tepatnya saya mempraktikkan ilmu Ekonomi. Percuma sekolah tinggi tinggi soal Ekonomi kalau hanya permasalahan pekerjaan saja di gengsi. Maunya dia apa?

Masalah nganggur sebenarnya bukan hanya masalah gengsi. Kadang memang karena tidak adanya pekerjaan. Apa yang saya lakukan saat tidak adanya pekerjaan? Saya kerjakan apa yang menurut saya bisa dikerjakan.

Dulu pas nganggur saya harus melakukan pekerjaan rumah layaknya kerja di sebuah kantor. Dalam artian ada jadwal dan waktu tertentu dan tidak boleh malas. Nyapu nyuci sudah biasa dilakukan. Untuk apa? untuk melatih diri agar tidak jadi orang pemalas.

MALAS adalah temannya gengsi. Gengsi muncul karena adanya malas. Malas untuk bertindak. Hanya banyak koar koar gak guna. Mereka bela aksi dan sebagainya. Aksi bukan untuk dibela melainkan memang untuk dilakukan. Lets Do It.

Plis saya mengajak anda berubah untuk jadi lebih baik. Kerjakan apa yang bisa anda kerjakan. Sampingkan Gengsimu. Tidak melakukan karena malu lebih memalukan lagi jika tetap memelihara gengsi.

Salam hangat dari Saya dan terimakasih sudah membaca tulisan saya.
Advertisement

Baca juga:

Your Reactions:

Admin
Seorang Blogger Pemula, berburu informasi dan berbagi wawasan yang bermanfaat adalah jalan ninjaku